Calon presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan komentarnya terkait serangan bom di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Namun, bukannya menyampaikan rasa duka, calon dari Partai Republik ini malah mengkritik kepemimpinan Presiden AS Barack Obama dan juga rivalnya, Hillary Clinton terkait serangan teroris.
"Dengan Hillary dan Obama, serangan teroris hanya akan bertambah buruk. Politik benar-benar bodoh, bahkan tidak akan menyebut apa itu yang disebut Radikal Islam!" tulis Trump pada akun Twitterpribadinya, Selasa (5/7/2016).

Serangkaian bom terjadi pada pekan lalu dan baru saja terjadi di Arab Saudi jelang Hari Raya Idul Fitri, namun tak satu pun ucapan duka cita atau kecaman dari miliuner asal New York ini.
Trump memang sempat akan melarang Muslim masuki wilayah AS jika dirinya menjadi presiden menggantikan Obama pada November nanti.
Komentarnya itu lantas menuai kritik dari berbagai pihak dan negara-negara di dunia.

Trump mengomentari Obama dan Hillary menyusul terjadinya tiga ledakan bom di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Lima orang tewas akibat serangan bom yang baru saja terjadi di salah satu situs suci umat Islam tersebut. Setiap tahunnya, jutaan jamaah mengunjungi masjid yang terdapat makam Nabi Muhammad SAW.
Tiga bom meledak dalam satu hari di Arab Saudi. Selain di dekat Masjid Nabawi, sebelumnya bom juga meledak di Qatif, kota bagian timur Arab Saudi. Kota Qatif merupakan tempat bagi banyak minoritas Muslim Syiah. Belum ada informasi resmi terkait korban jiwa akibat ledakan di Qatif.
Bom juga meledak di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat di Jeddah. Media Sabq News menegaskan bahwa pelaku serangan tewas dalam kejadian ini. Sementara dua orang penjaga terluka akibat imbas dari ledakan( baca juga : Bom Bunuh Diri Meledak di Dekat Masjid Nabawi! )
sumber : http://internasional.metrotvnews.com
.
0 Response to "Bom di Masjid Nabawi, Calon Presiden AS Donald Trump Ejek Obama dan Clinton Lewat Media Sosial"
Post a Comment