Mimbar Nabi dan Tangisan Sebatang Pohon Kurma

Setelah cukup lama menetap di Madinah, akhirnya Rasulullah Muhammad SAW memiliki mimbar baru. Podium berbahan kayu thorfa dari kota Ghabat itu telah siap digunakan Nabi untuk menunaikan khotbah Jumat, atau kala memberikan nasihat kepada para sahabat.
Mimbar Nabi dan Tangisan Sebatang Pohon Kurma
Mimbar baru Nabi dibuat oleh seorang putra dari sahabat golongan Ansar. Kepada ibu dari pemuda itu, Rasulullah berpesan, "Carilah anakmu yang menjadi tukang kayu itu agar dia membuatkan mimbar sebagai tempatku berkhotbah."
Maka, anak laki-laki itu pun membuatkan sekaligus melengkapinya dengan tiga anak tangga. Seusai mendirikan salat di dalamnya, Rasulullah bersabda, "Wahai manusia, sesungguhnya aku lakukan ini hanyalah agar menjadi jelas dalam bermakmum kepadaku, dan agar kalian memelajari cara salatku."

Suatu hari setelah Rasul berkhotbah di atas mimbar baru itu, terdengar sebabak tangis yang amat menyayat. Rintihan serupa unta betina yang sedang melahirkan itu ternyata berasal dari sebatang pohon kurma, mimbar lawas Nabi yang biasa digunakan dalam khotbah-khotbah sebelumnya.

Nabi mafhum, pohon kurma itu tengah memendam kesedihan yang mendalam, ada semacam rasa takut ditinggalkan sang kekasih Tuhan. Rasulullah tersenyum, kepadanya ia mendekati, memegang, lantas mengelusnya pelan, hingga semuanya kembali tenang. 
( Baca juga : Abu Hurairah dan Keberkahan Semangkuk Susu dari Nabi

Disarikan dari hadist yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, dan kitab Akhbar Madinat ar-Rasul

Sumber  http://ramadan.metrotvnews.com


.


0 Response to "Mimbar Nabi dan Tangisan Sebatang Pohon Kurma"

Post a Comment